Partnerbayangkara-Garut –
Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Kabupaten Garut tengah memicu perbincangan publik. Alih-alih menjadi solusi alternatif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui program pendidikan kesetaraan, sejumlah PKBM justru diduga menimbulkan berbagai persoalan. Bahkan, tidak sedikit yang dicurigai menjadi sarana praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang berpotensi merusak sistem pendidikan.
Salah satunya adalah PKBM As-Suffah yang berlokasi di Kampung Cilampayan RT 01 RW 12, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Berdasarkan pantauan di lapangan, keberadaan lembaga pendidikan tersebut hanya ditandai dengan berdirinya plang papan informasi sekolah, tanpa terlihat aktivitas belajar mengajar.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan bahwa kegiatan pembelajaran di PKBM As-Suffah belum pernah terlihat berlangsung.
“Duka pak, teu kantos ningali anu diajar sapertos murangkalih sakola mah. Komo dugi ka seueuran mah, da abdi sok uah-uih kasawah ngalangkung dieu teu kantos aya nu belajar,” ungkap salah seorang warga dalam bahasa Sunda, Selasa (3/2/2026).
Warga tersebut juga menjelaskan bahwa lokasi PKBM As-Suffah sebelumnya merupakan kolam renang milik almarhum Haji Aep.
“Kawitna mah ieu téh tilas kolam renang nu Pak Haji Aep. Kumargi Pak Haji Aep parantos almarhum, ku sederek ahli warisna disewakeun. Tah kitu pak sakaterang abdi mah. Nu langkung paos mah cobi taroskeun ka urang desa,” ujarnya sambil menunjuk ke arah kantor desa.
Untuk menggali informasi lebih lanjut, awak media mendatangi Kantor Desa Tanjung Jaya. Namun, keterangan serupa juga disampaikan oleh Kepala Desa beserta perangkat desa setempat.
“Iya, PKBM As-Suffah itu memang ada di wilayah desa saya. Tapi kalau soal siapa pemilik PKBM tersebut, saya tidak tahu sama sekali. Yang saya tahu hanya plang papan informasinya memang ada. Siapa pemilik dan pengelola lembaga pendidikan tersebut, saya benar-benar tidak tahu,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran awak media melalui situs resmi yang dikelola Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), PKBM As-Suffah tercatat sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang Paket C pada tahun anggaran 2025. Dalam data tersebut, jumlah penerima tercatat sebanyak 104 siswa dengan total dana yang diterima sebesar Rp184.500.000. Dengan demikian, dana BOP/BOSP untuk operasional PKBM juga otomatis berjalan.
Awak media juga memperoleh informasi bahwa, PKBM As-Suffah dikelola oleh Saepul Rohman selaku Kepala Sekolah dan Riswan Sapari sebagai operator.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak media masih terus melakukan penelusuran serta pengumpulan informasi lanjutan di lapangan guna memperoleh klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk Bidang PNF/Dikmas Disdik Kabupaten Garut.
(Mukti/Red)


