Sabar Dalam Bismillah Dan Yakin


Partnerbhayangkara
-Hidup ini tidak pernah benar-benar sunyi dari ujian, tetapi di balik setiap kesulitan selalu tersimpan janji Allah yang menenangkan. Ketika hati mulai lelah dan langkah terasa berat, seorang hamba diajarkan untuk kembali bersandar kepada Bismillah, menguatkan diri dengan Hasbunallah, serta terus berikhtiar dengan keyakinan penuh bahwa setiap luka akan bermuara pada kebahagiaan.


Dalam perjalanan hidup, tidak ada satu pun manusia yang luput dari ujian. Kadang ujian itu datang dalam bentuk kehilangan, kesempitan rezeki, atau kegagalan yang berulang. Namun seorang mukmin tidak pernah diajarkan untuk berputus asa. Ia justru diajarkan untuk memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah, “Bismillah,” sebagai tanda bahwa ia menyerahkan seluruh urusan kepada Dzat Yang Maha Mengatur. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah: 1)

Kalimat ini bukan sekadar pembuka, melainkan pengikat hati agar tetap yakin bahwa segala sesuatu berada dalam kasih sayang-Nya.


Ketika kesulitan terasa menyesakkan, seorang hamba diajak untuk menenangkan dirinya dengan keyakinan:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6)

Ayat ini diulang dua kali sebagai penegasan bahwa kesulitan tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu ditemani oleh kemudahan, meski terkadang kemudahan itu belum terlihat oleh mata, namun pasti ada dalam ketetapan Allah.


Di saat itulah kalimat “Hasbunallah” menjadi pelindung hati. Allah berfirman:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung.” (QS. Ali ‘Imran: 173)

Kalimat ini bukan sekadar ucapan, melainkan sikap batin yang menyerahkan segala urusan kepada Allah. Ketika manusia sudah berusaha namun hasilnya belum sesuai harapan, maka Hasbunallah menjadi peneguh bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.


Namun keyakinan saja tidak cukup tanpa ikhtiar. Islam mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan usaha. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; ia pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)

Perhatikan burung itu, ia tetap terbang, mencari, berusaha. Tawakal bukan berarti diam, tetapi bergerak dengan hati yang bersandar.


Sabar menjadi kunci dalam seluruh proses ini. Sabar bukan berarti pasif, tetapi kemampuan untuk tetap teguh dalam ketaatan, menahan diri dari keluh kesah yang berlebihan, serta terus melangkah meski perlahan. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Kebersamaan Allah dengan orang yang sabar adalah jaminan yang tidak ternilai. Ia bukan sekadar janji, tetapi kekuatan yang menghidupkan harapan.


Sering kali manusia hanya melihat ujung dari sebuah ujian, padahal Allah sedang membentuk sesuatu yang lebih besar dalam dirinya. Luka yang hari ini terasa dalam, bisa jadi adalah cara Allah menghapus dosa, mengangkat derajat, atau menyiapkan kebahagiaan yang lebih luas di masa depan. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya, dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia tertimpa kesulitan, ia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim)


Maka tetaplah bersabar dengan Bismillah, karena setiap langkah yang diawali dengan nama Allah akan diberkahi. Tetaplah yakin dengan Hasbunallah, karena hanya Allah tempat bersandar yang paling kokoh. Dan teruslah berikhtiar dengan keyakinan, karena usaha yang diiringi doa tidak pernah sia-sia. Apa yang hari ini terasa berat, suatu saat akan menjadi cerita tentang bagaimana Allah menolongmu di saat yang paling tidak terduga.


(Dwi Taufan Hidayat)

Lebih baru Lebih lama
Home ADS 2