‎Viral Keluhan Wisatawan, Polisi Usut Praktik Pungli Tiket Masuk Sayang Heulang ‎


Partnerbhayangkara-Garut-
Kepolisian Resor Garut menurunkan tim untuk menyelidiki dugaan adanya pungutan liar yang dikeluhkan pengunjung di tempat wisata Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

‎“Ada dugaan pungli ya di pintu masuk Sayang Heulang, dengan laporan tersebut kita sudah menurunkan tim, Tim Sancang kita juga turunkan ke selatan, gabung dengan Polsek,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin di Garut, Jumat.

‎Ia menuturkan, pihaknya mendapatkan informasi dari sebaran media sosial terkait pengunjung yang mengeluhkan adanya pungutan liar atau pembayaran yang tidak sesuai dengan besaran retribusi pada tiket masuk.

‎Adanya keluhan itu, kata dia, tim kepolisian langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pungutan tersebut.

‎“Kita sudah melakukan penyelidikan, dan juga melakukan pemeriksaan beberapa saksi, dan ada satu yang sudah dimintai keterangan dan mengakui,” katanya.

‎Ia menyampaikan, hasil pemeriksaan sementara terhadap saksi di kawasan wisata tersebut membenarkan telah meminta uang ke pengunjung wisata pantai sebesar Rp40 ribu.

‎Modusnya, kata dia, beberapa orang terlebih dahulu meminta uang kepada wisatawan, selanjutnya tiket akan diberikan di pos saat masuk gerbang destinasi wisata.

‎“Meminta uang tiket duluan di depan, tapi untuk modusnya untuk mengambil lembaran tiketnya di pos,” katanya.

‎Ia mengatakan, tim di lapangan masih melakukan pendalaman untuk memastikan kemungkinan ada petugas resmi atau warga setempat yang melakukan aksi pungutan liar itu.

‎Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya belum menemukan ada bukti yang mengarah adanya keterlibatan petugas tiket resmi destinasi wisata Pantai Sayang Heulang.

‎(Tim)

Lebih baru Lebih lama
Home ADS 2