Partnerbhayangkara-Jakarta-Drama perang berdarah AS-Israel Vs Iran 2026, sepertinya sedang mengukir sejarah. Sekalipun Israel menutupi kehancuran dan meyamarkan jumlah banyak korban jiwa akibat serangan ganas dari Iran, namun kini semuanya mulai terungkap terkait situasi sebenarnya. Sebagaimana dikutip dari laman beberapa pemberitaan media China, dikabarkan jumlah korban jiwa ternyata sudah tak bisa terhitung lagi. Belum lagi, dengan kondisi hancurnya negara Israel.
Para jurnalis dilarang keras ambil gambar kehancuran pasca serangan, bahkan mendapat pengawasan ketat serta ditekan tak diperbolehkan untuk memberitakan kehancuran negara Israel tersebut. Tapi ironisnya, justeru masyarakat Israel sendirilah yang mengirimkan informasi terkait keadaan kehancuran negaranya kepada awak media.
Sungguh sebuah fakta mengerikan di negara Israel, tapi berbeda dengan para petinggi Israel yang mengatakan kalau serangan Iran tidak menimbulkan banyak korban. Seolah Israel kuat menutupi dengan ketat, padahal yang sesunggugannya hancur lebur akibat serangan Iran dan memakan banyak korban jiwa tak berdosa.
Situasinya berbeda jauh dengan Iran, yang dengan secara jujur dan terbuka merilis jumlah korban jiwa dan disampaikan terbuka kepada media.
Amerika Serikat dan Israel, memang sangat pandai memanipulasi informasi. Penyensoran dan pembungkaman pada jurnalis terus dilakukan, salah satunya dengan adanya upaya sistematis untuk menyensor liputan media di tengah perang.
(Red)


