Dongkrak Produksi Gas 20 Persen, Pertamina Hulu Mahakam Rampungkan Instalasi Jacket Proyek Manpatu


Partnerbhayangkara-Balikpapan-
PT Pertamina Hulu Mahakam, kembali menorehkan milestone penting dalam kelanjutan Proyek Pengembangan Lapangan Minyak dan Gas Bumi Manpatu.


Anak perusahaan dari PT Pertamina Hulu Indonesia tersebut, mengonfirmasi keberhasilan pemasangan struktur jacket serta topside pada Platform Offshore Manpatu.


Proses instalasi lepas pantai yang bermuatan total hingga seribu ton itu, berhasil dituntaskan pada tanggal 27 Mei 2026 lalu.


Proyek Manpatu sendiri, merupakan agenda pengembangan dari hasil temuan sumur eksplorasi di kawasan perairan lepas pantai South Mahakam.


Secara pemetaan geografis, infrastruktur ini berdiri kokoh di titik sekitar 35 kilometer dari arah garis pantai Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.


Rampungnya pemasangan platform ini, menjadi kelanjutan dari serangkaian tahapan intensif proyek yang sudah bergulir sejak bulan April 2026.


Aktivitas pengerjaan diawali dengan proses Sail Away Jacket, pada 8 April 2026, yang kemudian disusul oleh fase load out serta sail away topside.


Komponen utama, diberangkatkan langsung dari fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah yang berlokasi di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.


Mobilisasi material penting itu, akhirnya mencapai agenda Sail Away Topside final pada tanggal 30 April 2026.


_Eksekusi Krusial Heavy Lifting dan Target Produksi Kuartal I 2027_


Salah satu tahapan paling menantang dalam proyek ini, terletak pada pelaksanaan aktivitas pengangkatan berat atau heavy lifting activities di area lepas pantai.


Proses ini membutuhkan tingkat presisi yang sangat tinggi, untuk memosisikan struktur topside seberat seribu ton tepat di atas fondasi jacket.


General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa Proyek Manpatu adalah bukti nyata komitmen investasi berkelanjutan perusahaan di sektor hulu migas.


"Langkah strategis ini dinilai krusial guna menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, serta mengamankan ketahanan energi nasional untuk beberapa dekade mendatang," ujarnya.


Capaian tersebut terwujud, berkat sinergi solid bersama PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk perusahaan serta dukungan penuh dari SKK Migas.


Selama pengerjaan berlangsung, manajemen menerapkan pengawasan ketat dan manajemen risiko terstruktur guna menjaga standar keselamatan kerja atau HSSE tetap prima.


Setelah resmi beroperasi, proyek ini diproyeksikan mampu menyumbang tambahan produksi gas bumi hingga menyentuh angka 80 juta kaki kubik per hari.


Volume pasokannya setara dengan kontribusi sekitar 20 persen, dari total target produksi Wilayah Kerja Mahakam pada tahun 2027 nanti.


Pasca-pemasangan, PHM akan langsung menggeber tahapan berikutnya mulai dari instalasi riser, subsea spool, hook-up, hingga fase commissioning.


Seluruh rangkaian pengujian teknis tersebut, ditargetkan selesai tepat waktu agar platform lepas pantai ini bisa beroperasi penuh pada kuartal pertama tahun 2027.


 (PS/FC)

Lebih baru Lebih lama
Home ADS 2